FAQ, hal-hal yang sering di tanyakan ttg Telescope
JTSCOPE
(C) Copyright 2007, JTSCOPE Optics
1. Type apa yang cocok buat saya ?
Untuk pemula saya menyarankan pilihlah model yang mudah perawatannya seperti refractor (lensa), atau jika anda mau repot dikit         
bisa pilih Reflector asal dibawah ukuran 200mm/8 inchi. Idealnya 150mm/6 inchi sudah cukup. Hanya jika anda pilih model reflector       
harus mau belajar cara "collimasi secondary mirror" / melakukan setting ulang untuk mirror kecil agar mendapatkan hasil gambar           
yang memuaskan dan tajam. Ini terjadi karena ada kemungkinan jika dibawa jauh atau tergucang-guncang letak posisi mirror akan        
goyang dan berubah sehingga menyebabkan gambar yang di hasilkan buram.
Hal seperti ini tidak akan terjadi di type Refractor, model ini sangat praktis dan hampir tanpa melakukan setting apapun. Ada type yg        
lain seperti  Dobsonian, type ini cocok untuk pemula namun saat ini di Indonesia belum ada dealer pernjualnya.

2. Batas kemampuan optic telescope.
Sering kali saya lihat di penawaran telescope mainan, klaimnya sangat berlebihan. Misalnya refractor 60mm di box pembungkusnya      
menghasilkan gambar pembesaran 650 X atau contoh gambar planet/galaxy yang ada di manual ternyata diambil dari hasil bidikan        
telescope angkasa Hubble. Saya mendapat pengalaman buruk ketika pertama kali beli telescope, penjualnya mengatakan bisa me-      
lihat planet Jupiter dan Saturnus spt yang ada di brosur. Hasilnya ? jelas jauh dari klaim dan sangat mengecewakan, kualitas lensa       
pun hanya bagus untuk melihat bulan saja.
Pendapat saya bagusnya refractor minimal 80mm, atau reflector 150mm. Bagaimana kalau budgetnya belum cukup ? Saya sering          
mendapat telpon atau email spt ini, jawaban saya: Simpan dulu uangnya siapa tahu anda beberapa tahun ke depan punya tam-
bahan budget untuk membeli type yang cukup bagus sehingga anda puas dengan hasilnya. Jangan terburu-buru membeli
telescope tanpa mendapatkan informasi yang cukup, kebanyakan orang menyesal di kemudian hari karena salah pilih atau kurang         
mendapatkan informasi yang benar.

3. Mounting yang model mana sebaiknya ?
Ada beberapa model mounting untuk telescope astronomy:
(a.) Altazimuth mount
Mudah di gerakkan ke atas - bawah, ke kiri - kanan tanpa ada setting tertentu yang harus dilakukan. Umumnya adalah manual                  
telescope, namun perkembangan terbaru sudah ada model althazimuth yang memakai computer control "Go To". Type ini biasa              
nya untuk seorang pemula, contoh: telescope Dobsonian manual, refractor altz manual dan pada umumnya mounting model ini               
paling murah harganya.

(b.) German equatorial mount
Mounting model equatorial lebih cocok untuk biasanya lebih banyak dipakai untuk astrophotography atau mengamati onject di                  
langit untuk waktu yang lama, untuk itu equatorial mount di butuhkan untuk bisa mengikuti pergerakan langit menit demi menit                  
atau jam dan telescope tetap mengikuti gerakan langit tersebut. Mounting model ini hanya bisa di set dari arah timur dan ber-                   
gerak ke arah barat mengikuti gerakan langit, dan harus punya motor drive yang terpasang bersama german mount. Computer                
control bisa di kombinasikan dengan motor drive untuk mencari object secara otomatis, saat ini sudah banyak merk telescope                 
yang memakai german equator mount bersama dengan "Go To" computer control.

4. Bisakah telescope saya pakai untuk melihat matahari ?
Jangan sekali-kali mengunakan telescope untuk meneropong matahari tanpa filter khusus untuk matahari, tersedia solar filter khusus
untuk melihat matahari seperti Thousand Oak filter, Coronado filter untuk pengamatan visual ataupun photography.

5. Upgrade GP2/GPD-2 dengan Starbook type S
Bisa jika anda sudah punya telescope dengan mount Vixen seri GP-2 dan GPD-2, silahkan pilih paket SBS (starbook S) anda tinggal
memasang peralatan ini ke Mounting tripod anda selanjutnya telescope sudah menjadi computer control systems dengan object
database sebanyak 22.000 object.

Apa perbedaan Starbook S dengan Starbook Sphinx ?
Starbook Sphinx digunakan untuk mounting Vixen type SXW sedangkan Starbook S untuk mounting German Vixen type GP2 dan GPD-2,
dan Starbook S lebih ekonomis harganya untuk membuat telescope anda menjadi computer system control. Kemampuan object
database tetap sama dengan Sphinx system, hanya perbedaannya tampilan di layar control tidak berwarna seperti Starbook Sphinx.

6. Bagaimana caranya bisa memotret bulan, komet, bintang, nebula, galaxy, planet, dll.

(a.) Basic astrophotography tersedia di website:
www.geocities.com/capecanaveral/lab/6529/primer.html
(b.) Digital camera & image processing:
www.astropix.com
(c.) Bagi anda yang sudah punya SLR Canon 350D atau 400D website ini sangat membantu:
http://web.canon.jp/Imaging/astro/index-e.html

Informasi diatas adalah tips dan tehnik untuk astrophotography.

7. Fakta tentang "computerized control" telescope.